Sunday, March 27, 2016

Puisi : Jiwa Yang Terpisah

Aku berdiri dalam diam
Diantara non eksistensi dalam diriku
Dan relitas akan sekeliling
Jiwaku memanggilku

Menyingkap rahasia perjalanan hidupku
Bukan kelaparan dan kehausan diriku
Tapi karena kerinduan dan rasa cinta yang dalam
Aku berusaha memintal kerinduan itu

Kemudian aku kaitkan
Dalam jiwaku
Supaya aku bisa terus setia pada cintaku
Perjalanan waktu yang akan membuktikan

Bahwa kaitan kuat aku dan dirimu
Telah membuat aku bertahan
Dalam hempasan gelombang
Dan menyerahkan semuanya

Kepada penguas kehendak jagat
Karena kita dan mereka
Adalah dua dunia
Yang direngkuh menjadi satu dunia

Dibungkus dalam satu jiwa
Namun terpisah
Kita adalah sebuah kenyataan
Dan mereka adalah belenggu mematikan

Yang memisahkan harkat dan keberadaan
Menjadikan semua hiasan dan pelengkap semata
Aku hanya ingin kau tersadar
Bahwa sabar dalam penantian

Akan berbuah kebaikan dan kesempurnaan
Yang akhirnya
Menyatukan jiwa yang terpisah
Dalam satu tautan

Bersama simpul yang kuat
Akan keberadaan yang sebenarnya

Terimakasih Telah Berkunjung Jangan Lupa Kunjungi Juga :
>>> Puisi ; Melati 
>>> Puisi : Rumahku
>>> Puisi : Ayah dan Bunda
>>> Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Thursday, March 24, 2016

Puisi ; Melati

Melati , oh melati
Bolehkah aku
Sesermerbak seharum mewangimu


Melati , oh melati
Aku ingin bercita – cita sepertimu
Berhati suci Sesuci seputih warnamu



Terima kasih telah berkunjung ke situs ini jangan lupa klik puisi rumahku

Puisi ; Rumahku

Rumahku
Tak terasa ...
Lima belas tahun sudah
Keluargaku dalam naunganmu

     Tak teras ... engkau telah mulai tua
     Melebihi umurku
     Namun biarlah ini terjadi apa adanya
     Karena Ayah dan Bunda


Belum mampu menggantikanmu
Dengan yang lebih muda
Kau pelindung setia
Dari hujan dan segatan sang surya

     Kuucapkan terima kasih selalu untukmu
     Rumahku ..
     Ohh Rumahku ..
     Kau Pelindungku

Puisi : Ayah dan Bunda


Ayah bunda tercinta
Terimakasih ku ucapkan
Jasamu begitu besar Mengasuh dan membingbingku

Ayah bunda tercinta
Kasih sayangmu
Begitu tulus
Menjaga dan

Membesarkanku
Tiada kata yang terucap
Hanya do’a yang tercurah
Semoga ayah dan bunda

Senantiasa ada dalam Lindungan
Alloh yang maha esa.




Terimakasih telah mengunjungi situs ini . jangan lupa buka juga situs Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tak sanggup bila kami harus melepasmu pergi
Begitu erat genggamanmu
Ibu..Saat kami hampir terjatuh
Kau kerahkan seluruh tenaga
Dan Waktu yang kau miliki

Hanya untuk mengusap hati kami dengan sentuhan lembutmu
Kami yang terkadang tak sadar
Akan curahan kasihsayangmu ibu..
Kami masih bisa tertawa saat-saat sulit
Sedang kau terus berpikir

Berusaha menjadikan kami
tuk selalu jadi yang terbaik
Saat kau pergi meninggalkan kami
Terjatuh tetes demi tetes air matamu
Hingga tetesan terakhir sebagai tanda

begitu berat kau melepaskan kami
Tetesan air mata yang jatuh tak ternilai harganya
Dibandingkan pengorbananmu yang penuh perjuangan
Biarkan kami simpan dan dikenang seluruh jasamu

Ibu..

Doakan kami,
Agar kami menjadi generasi
Seperti yang kau harapkan..
Ibu..

Puisi ; Guruku

Setiap hari aku belajar
Banyak ilmu yang ku dapat
Engaku selalu mengajari aku
Engkau sabar menghadapi kami

Murid-muridmu yang kadang nakal
Sungguh mulia hatimu guruku
Tugas mu mendidik murid-murid mu
Tidak kenal lelah

Aku ingin seperti mu guruku
Jika besar nanti
Aku ingin menjadi guru
Aku akan menggantikanmu

guruuu kuu ..
kauu adalah ..
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
menjadi seperti mu adalah cita - cita ku

Terimakasih telah berkunjung dan kunjungi juga :
>>> Puisi Ayah dan Bunda

Puisi Waktu

Beraneka bentuk rupanya
Ada bundar
Kotak
Jajaran genjang
dan segitiga

Beraneka warnanya
Ada putih
Merah


puisi waktu

Beraneka tempatnya
Didinding
ditangan

Semua ada semua bisa
Menujukan waktu tugasnya
Agar
disiplin
tepat dan cepat

Demikian puisi waktu yang dapat saya sajikan semoga bermanfaat untuk anda, terimakasih...

>>> Baca Juga Puisi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa