Aku berdiri dalam diam
Diantara non eksistensi dalam diriku
Dan relitas akan sekeliling
Jiwaku memanggilku
Menyingkap rahasia perjalanan hidupku
Bukan kelaparan dan kehausan diriku
Tapi karena kerinduan dan rasa cinta yang dalam
Aku berusaha memintal kerinduan itu
Kemudian aku kaitkan
Dalam jiwaku
Supaya aku bisa terus setia pada cintaku
Perjalanan waktu yang akan membuktikan
Bahwa kaitan kuat aku dan dirimu
Telah membuat aku bertahan
Dalam hempasan gelombang
Dan menyerahkan semuanya
Kepada penguas kehendak jagat
Karena kita dan mereka
Adalah dua dunia
Yang direngkuh menjadi satu dunia
Dibungkus dalam satu jiwa
Namun terpisah
Kita adalah sebuah kenyataan
Dan mereka adalah belenggu mematikan
Yang memisahkan harkat dan keberadaan
Menjadikan semua hiasan dan pelengkap semata
Aku hanya ingin kau tersadar
Bahwa sabar dalam penantian
Akan berbuah kebaikan dan kesempurnaan
Yang akhirnya
Menyatukan jiwa yang terpisah
Dalam satu tautan
Bersama simpul yang kuat
Akan keberadaan yang sebenarnya
Terimakasih Telah Berkunjung Jangan Lupa Kunjungi Juga :
>>> Puisi ; Melati
>>> Puisi : Rumahku
>>> Puisi : Ayah dan Bunda
>>> Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Sunday, March 27, 2016
Thursday, March 24, 2016
Puisi ; Melati
Melati , oh melati
Bolehkah aku
Sesermerbak seharum mewangimu
Melati , oh melati
Aku ingin bercita – cita sepertimu
Berhati suci Sesuci seputih warnamu
Terima kasih telah berkunjung ke situs ini jangan lupa klik puisi rumahku
Bolehkah aku
Sesermerbak seharum mewangimu
Melati , oh melati
Aku ingin bercita – cita sepertimu
Berhati suci Sesuci seputih warnamu
Terima kasih telah berkunjung ke situs ini jangan lupa klik puisi rumahku
Puisi ; Rumahku
Rumahku
Tak terasa ...
Lima belas tahun sudah
Keluargaku dalam naunganmu
Tak teras ... engkau telah mulai tua
Melebihi umurku
Namun biarlah ini terjadi apa adanya
Karena Ayah dan Bunda
Belum mampu menggantikanmu
Dengan yang lebih muda
Kau pelindung setia
Dari hujan dan segatan sang surya
Kuucapkan terima kasih selalu untukmu
Rumahku ..
Ohh Rumahku ..
Kau Pelindungku
Tak terasa ...
Lima belas tahun sudah
Keluargaku dalam naunganmu
Tak teras ... engkau telah mulai tua
Melebihi umurku
Namun biarlah ini terjadi apa adanya
Karena Ayah dan Bunda
Belum mampu menggantikanmu
Dengan yang lebih muda
Kau pelindung setia
Dari hujan dan segatan sang surya
Kuucapkan terima kasih selalu untukmu
Rumahku ..
Ohh Rumahku ..
Kau Pelindungku
Puisi : Ayah dan Bunda
Ayah bunda tercinta
Terimakasih ku ucapkan
Jasamu begitu besar Mengasuh dan membingbingku
Ayah bunda tercinta
Kasih sayangmu
Begitu tulus
Menjaga dan
Membesarkanku
Tiada kata yang terucap
Hanya do’a yang tercurah
Semoga ayah dan bunda
Senantiasa ada dalam Lindungan
Alloh yang maha esa.
Terimakasih telah mengunjungi situs ini . jangan lupa buka juga situs Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Tak sanggup bila kami harus melepasmu pergi
Begitu erat genggamanmu
Ibu..Saat kami hampir terjatuh
Kau kerahkan seluruh tenaga
Dan Waktu yang kau miliki
Hanya untuk mengusap hati kami dengan sentuhan lembutmu
Kami yang terkadang tak sadar
Akan curahan kasihsayangmu ibu..
Kami masih bisa tertawa saat-saat sulit
Sedang kau terus berpikir
Berusaha menjadikan kami
tuk selalu jadi yang terbaik
Saat kau pergi meninggalkan kami
Terjatuh tetes demi tetes air matamu
Hingga tetesan terakhir sebagai tanda
begitu berat kau melepaskan kami
Tetesan air mata yang jatuh tak ternilai harganya
Dibandingkan pengorbananmu yang penuh perjuangan
Biarkan kami simpan dan dikenang seluruh jasamu
Ibu..
Doakan kami,
Agar kami menjadi generasi
Seperti yang kau harapkan..
Ibu..
Tak sanggup bila kami harus melepasmu pergi
Begitu erat genggamanmu
Ibu..Saat kami hampir terjatuh
Kau kerahkan seluruh tenaga
Dan Waktu yang kau miliki
Hanya untuk mengusap hati kami dengan sentuhan lembutmu
Kami yang terkadang tak sadar
Akan curahan kasihsayangmu ibu..
Kami masih bisa tertawa saat-saat sulit
Sedang kau terus berpikir
Berusaha menjadikan kami
tuk selalu jadi yang terbaik
Saat kau pergi meninggalkan kami
Terjatuh tetes demi tetes air matamu
Hingga tetesan terakhir sebagai tanda
begitu berat kau melepaskan kami
Tetesan air mata yang jatuh tak ternilai harganya
Dibandingkan pengorbananmu yang penuh perjuangan
Biarkan kami simpan dan dikenang seluruh jasamu
Ibu..
Doakan kami,
Agar kami menjadi generasi
Seperti yang kau harapkan..
Ibu..
Puisi ; Guruku
Setiap hari aku belajar
Banyak ilmu yang ku dapat
Engaku selalu mengajari aku
Engkau sabar menghadapi kami
Murid-muridmu yang kadang nakal
Sungguh mulia hatimu guruku
Tugas mu mendidik murid-murid mu
Tidak kenal lelah
Aku ingin seperti mu guruku
Jika besar nanti
Aku ingin menjadi guru
Aku akan menggantikanmu
guruuu kuu ..
kauu adalah ..
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
menjadi seperti mu adalah cita - cita ku
Terimakasih telah berkunjung dan kunjungi juga :
>>> Puisi Ayah dan Bunda
Banyak ilmu yang ku dapat
Engaku selalu mengajari aku
Engkau sabar menghadapi kami
Murid-muridmu yang kadang nakal
Sungguh mulia hatimu guruku
Tugas mu mendidik murid-murid mu
Tidak kenal lelah
Aku ingin seperti mu guruku
Jika besar nanti
Aku ingin menjadi guru
Aku akan menggantikanmu
guruuu kuu ..
kauu adalah ..
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
menjadi seperti mu adalah cita - cita ku
Terimakasih telah berkunjung dan kunjungi juga :
>>> Puisi Ayah dan Bunda
Puisi Waktu
Beraneka bentuk rupanya
Ada bundar
Kotak
Jajaran genjang
dan segitiga
Beraneka warnanya
Ada putih
Merah
Beraneka tempatnya
Didinding
ditangan
Semua ada semua bisa
Menujukan waktu tugasnya
Agar
disiplin
tepat dan cepat
Demikian puisi waktu yang dapat saya sajikan semoga bermanfaat untuk anda, terimakasih...
>>> Baca Juga Puisi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Ada bundar
Kotak
Jajaran genjang
dan segitiga
Beraneka warnanya
Ada putih
Merah
Beraneka tempatnya
Didinding
ditangan
Semua ada semua bisa
Menujukan waktu tugasnya
Agar
disiplin
tepat dan cepat
Demikian puisi waktu yang dapat saya sajikan semoga bermanfaat untuk anda, terimakasih...
>>> Baca Juga Puisi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Subscribe to:
Comments (Atom)



